Ketika mendapati contact BBM-mu terletak di Home Screen seseorang yang kamu sayang. Diantara beratus-ratus contact di BBM-nya, hanya satu contact yang posisi-nya paling spesial. Begitu layar BB nyala, contact-mu ikut bersinar ke-biru-an tepat di posisi kiri bawah layar. Aku begitu mudah dibuat merasa spesial.
- NurulUnyil ({})
“Mengapa sudah lama tidak menulis?” Mungkin maksud-mu yang sebenarnya adalah merindukan tulisan & si penulis, pasti-nya.
Jangan bertanya, “Tanggal berapa ini?” Karena maksud-mu yang sebenarnya adalah memastikan apakah aku lupa atau tidak untuk merayakan tanggal 2 setiap bulan-nya.
Aku pernah bertanya, “Aku pantas buat bahagia kan, sayang?” Sebuah pertanyaan tanpa jawaban. Karena kebahagiaan bukan-lah rangkaian jawaban. Tetapi bagaimana berdamai dengan diri-mu sendiri.
Lalu aku kembali bertanya, “Apasih ukuran kebahagiaan?” Apakah tertawa diatas rasa dendam mantan-mu yang belum bisa move-on? Apakah perlu melalui orang ketiga & sanggup menerima-mu kembali? Apakah itu bahkan memenangkan hati-mu.
Maka aku menjawab, “Aku-pun gatau.”
Tapi aku ingat persis saat-saat dimana aku merasa bahagia. Tidak selalu sama setiap saat itu terjadi lagi. Karena yang kamu beri-pun berbeda-beda, dari jeans sampai bunga. Hahaha. Bukan, bukan barang-barang yang membuat-ku bahagia (seneng juga deng sebenernya). Aku bahagia karena kamu yang berjalan di-sebelah-ku sekarang, yang menggenggam tangan-ku, yang memastikan semua baik-baik saja. Yang menaruh kepercayaan begitu besar padaku. Dan tidak membagi pipi, kening, bibir, tangan, punggung, hati dan pikiran-nya buat perempuan lain.
“Maka aku bahagia, karena kamu tau persis bagaimana rasa-nya di-nomor-satu-kan.”
-
? (via rezaachmad)
waaaaa :O
(via callmemishel)
(via mishellas)
(via adinceurushan)
Marhaban ya Ramadan.
Happy fasting for all my friends who celebrate this month of blessings and forgiveness.
(by adrique1202)
(via beingindonesian)
- Ruth Dian Kurniasari.
I kinda miss those good-old times.